Politikus Golkar Duga Penyerangan Pemuka Agama Terorganisasi

0

Jakarta, — Dewan Pimpinan Pusat Golkar menduga ada oknum yang mengkoordinasi serangan terhadap pemuka agama di sejumlah daerah dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.

Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah Timur, Melchias Marcus Mekeng mengatakan oknum tersebut sengaja menciptakan instabilitas keamanan jelang pilkada dan pilpres.

“Saya yakin peristiwa ini dilakukan oleh pihak-pihak yang terorganisir. Saya minta polisi membongkar dengan cepat,” ujar Melchias dalam keterangan pers di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/2).

Melchias menuturkan pihaknya mengutuk aksi serangan terhadap pemuka agama apapun, khususnya penyerangan di Gereja Gadog, Sleman. Ia menilai, pelaku penyerangan tidak memiliki iman dan keyakinan.

Lebih lanjut, Melchias berharap semua pihak ikut serta mencegah peristiwa serupa terulang kembali. Ia menilai penyerangan terhadap pemuka agama atau perilaku intoleran bukan hanya tanggung jawab Kepolisian.

Ia juga khawatir, perpecahan akan terjadi jika pencegahan terhadap hal serupa tidak dilakukan secara bersama-sama.

“Kami minta juga kepada seluruh stakeholder di Republik Indonesia ini, Bapak Presiden, DPR juga, dan stakeholder lain untuk melihat ini sebagai suatu kemungkinan atau gerakan yang ingin memecah belah kita. Kita tidak boleh pecah, negara kita sudah besar dengan 250 juta rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Wilayah Sulawesi II, Ali Mochtar Ngabalin menilai persekusi terhadap pemuka agama mencederai kerukunan dan kebersamaan antarumat beragama.

“Kami sebagai pemuka agama, sebagai pemimpin ormas Islam merasa terganggu dengan tindakan ini dan itu mencederai kami sebagai orang Islam,” ujar Ali.

Ali juga mendesak kepolisian segera mengungkap dalang pelaku kekerasan terhadap para pemuka agama. Peristiwa persekusi semacam itu, kata Ali, merupakan upaya pihak-pihak tertentu untuk memecah belah NKRI.

Lebih dari itu, ia menilai aksi kekerasan terhadap pemuka agama adalah tindakan keji dan tidak berprikemanusiaan. Bahkan, kata Ali, pelaku kekerasan terhadap pemuka agama tidak pantas hidup di Indonesia.

“DPP Partai Golkar kami mengutuk tindakan ini sungguh sangat keji dan tidak punya perikemanusiaan atas tindakan dan langkah dan upaya-upaya kelompok atau siapa saja agar tidak layak hidup di negeri ini,” ujarnya. (ugo/pmg)

Link Sumber

Baca Berita Ini Juga:

Massa Pro dan Kontra Ahok Beraksi di Arena Sidang PK Jakarta, -- Sekitar 50 orang anggota Aliansi Pergerakan Islam (API) menggelar demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Uta...
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Arena Sidang PK Ahok Jakarta, -- Polda Metro Jaya menyiapkan pengalihan arus lalu lintas sebagai bentuk antisipasi aksi massa terkait sidang Peninjau...
Alumni 212 Jamin Aksi Damai di Arena Sidang PK Ahok Jakarta, -- Persaudaraan Alumni 212 bersiap mengawal pelaksanaan sidang perdana peninjauan kembali (PK) yang diajukan terpidana ...
Capres Jokowi dan ‘Sabda Mega’ di Pulau Dewata Bali, -- Rapat kerja nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Sanur, Bali pada 23-25 Februari 2018, resmi ditutup, Minggu (25/2...

No comments