Wacana Pindah Ibu Kota, Korlantas Kunjungi Markas Kalimantan

0

Jakarta, — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengkaji wacana pemindahan ibu kota Republik Indonesia ke Pulau Kalimantan. Kajian dilakukan dengan menyambangi tiga markas kepolisian satuan wilayah tingkat daerah, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur pada 11 hingga 14 Desember 2017.

Langkah Korlantas itu diketahui lewat Surat Telegram nomor ST/2883/XII/2017 tertanggal 4 Desember yang ditujukan kepada tiga kepala kepolisian satuan wilayah tingkat daerah yang hendak dituju.

Dalam surat salinan yang diterima wartawan, kepala kepolisian satuan wilayah tingkat daerah diminta agar memerintahkan masing-masing direktur lalu lintas untuk mengundang sejumlah dinas dari pemerintahan daerah, antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Komunikasi dan Informasi, serta Dinas Tata Ruang.

Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Royke Lumowa mengatakan, kajian yang dilakukan pihaknya hanya seputar aspek lalu lintas terkait pembangunan smart city (kota cerdas).

Menurut dia, jajarannya hanya mengkaji masalah mewujudkan lalu lintas yang lancar dan berkeselamatan.

“Itu mengkaji wacana, lebih bagus siap payung sebelum hujan. (Ini kajian) menuju smart city, jadi kota yang ramah terhadap lalu lintas yang lancar dan berkeselamatan,” ucap Royke saat ditemui di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Selasa (12/12).

Dia melanjutkan, kajian juga dilakukan dengan mengundang sejumlah akademisi perguruan tinggi. Royke memperkirakan, hasil kajian baru akan keluar pada 2018 mendatang.

Tak hanya itu, mantan Kapolda Papua Barat tersebut juga menyampaikan alasan menjadikan Kalimantan sebagai lokasi kajian pertama atas wacana pemindahan ibu kota negara.

Menurutnya, langkah yang diambil kepolisian hanya mengikuti arahan dari pemerintah pusat. “Memang arahannya seperti itu,” kata Royke.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, menuturkan pemerintah akan segera menyelesaikan kajian realisasi rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta.

“Hal yang pasti di luar Pulau Jawa, kemungkinan besar di Pulau Kalimantan. Tapi spesifiknya di mana, itu yang akan difinalkan,” ujar Bambang pada awal pekan ini.

Bambang sempat mengatakan, ada beberapa kota kandidat yang berpotensi menjadi ibukota baru. Dia mengakui salah satu kandidat ibukota baru adalah Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Terkait munculnya nama Palangkaraya, sebagai kandidat ibukota baru, karena hal tersebut juga pernah digagas oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Adapun untuk pendanaan, Bambang menyatakan pihaknya mendorong swasta untuk terlibat lewat kemitraan publik (Public Private Partnership/PPP).

Bambang menuturkan, pada tahun ini pihaknya akan menyelesaikan kajian terkait rencana pemindahan ibukota negara tersebut. Ia berharap, dalam dua tahun ke depan, sudah mulai ada kegiatan terkait pemindahan pusat administrasi ibukota negara.

“Sudah dibahas juga dengan presiden, kita intinya akan memulai segala proses. Kajian mudah-mudahan tahun ini selesai, termasuk estimasi pendanaannya. Mudah-mudahan kita juga bisa menemukan skema pendanaannya,” kata Bambang. (lav)

Link Sumber

Baca Berita Ini Juga:

Polisi Berencana Periksa Kontraktor Tower II Gedung BEI Jakarta, -- Pihak kepolisian berencana melakukan pemeriksaan terhadap kontraktor pembangunan Tower II Gedung Bursa Efek Indonesi...
Verifikasi Faktual Partai Politik Sepakat Dihapuskan Jakarta, -- Rapat dengar pendapat antara Komisi II DPR dan Pemerintah sepakat untuk menghapus ketentuan verifikasi faktual parta...
PPATK Minta KPK Usut Pencucian Uang Kasus Korupsi e-KTP Jakarta, -- Wakil Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae menyebut, perkara korupsi e-KTP yan...
Suap Motor Harley-Davidson, Auditor BPK Segera Diadili Jakarta, -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melengkapi berkas perkara penyidikan Auditor Madya pada Sub Auditorat VII.B...

No comments