Yerusalem Ibu Kota Abadi Palestina

0

Jakarta, — Presiden Mahmoud Abbas mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Abbas mengatakan, Yerusalem adalah ibu kota abadi untuk Palestina.

“Yerusalem adalah ibu kota abadi Palestina,” ujar Abbad tak lama setelah Trump mengumumkan keputusan pengakuan tersebut di Gedung Putih pada Rabu (6/12).

Abbas mengatakan, keputusan Trump tersebut bertentangan dengan upaya AS untuk menjadi penengah dalam upaya damai antara Israel dan Palestina.

“Dengan pengumuman ini, pemerintah Amerika memilih untuk melanggar semua resolusi dan kesepakatan bilateral juga internasional, dan mereka juga memilih untuk melanggar konsensus internasional,” tutur Abbas.

Selama ini, Yerusalem memang menjadi bara dalam sekam bagi proses perdamaian antara Israel dan Palestina. Kedua belah pihak memperebutkan Yerusalem sebagai ibu kota mereka.

Perebutan kota suci bagi umat Muslim dan Kristen itu sudah dimulai sejak lama. Israel akhirnya berhasil merebut Yerusalem saat perang Timur Tengah pada 1967 silam.

Mereka kemudian mencaplok daerah tersebut, tapi tak diakui oleh masyarakat internasional. Untuk menegaskan penolakan tersebut, tak ada negara asing yang mendirikan kantor perwakilannya untuk Israel di Yerusalem.

Keputusan Trump ini pun menuai kecaman dari berbagai pihak di seluruh penjuru dunia, termasuk sekutu AS sendiri, seperti Perancis, Inggris, Turki, dan Jerman.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron, mengatakan, “Keputusan yang sangat disayangkan ini tidak diterima oleh Perancis karena melanggar hukum internasional dan seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB.”

Senada dengan Macron, Perdana Menteri Inggris, Theresa May, juga berkata, “Kami tidak setuju dengan keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel sebelum ada kesepakatan akhir. Kami percaya langkah ini tidak membantu perdamaian di kawasan.”

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Turki menyebut langkah Trump ini sangat tidak bertanggung jawab dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

“Kami mengutuk pernyataan tidak bertanggung jawab pemerintahan AS, mendeklarasikan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan memindahkan Kedutaan Besar AS untuk Israel ke Yerusalem,” demikian bunyi pernyataan resmi Kemlu Turki.

[Gambas:Video CNN]

Sejumlah negara Timur Tengah juga mengecam keputusan Trump ini karena menurut mereka dapat mengancam stabilitas dan perdamaian di kawasan tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pun mengatakan bahwa status akhir Yerusalem hanya dapat tercapai setelah perundingan damai antara Israel dan Palestina mencapai mufakat.

“Saya selalu menentang segala upaya unilateral yang dapat melemahkan upaya perdamaian antara Israel dan Palestina. Saya akan melakukan apa pun untuk mendukung pemimpin Israel dan Palestina kembali ke jalur negosiasi,” katanya. (has)

Link Sumber

Baca Berita Ini Juga:

Menlu RI Sebut Langkah AS soal Yerusalem Keterlaluan Jakarta, -- Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menganggap langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem seb...
Manhole Jadi Pertama Kali Prangko di Higashi Hiroshima Jepang Laporan Koresponden , Richard Susilo dari Jepang TOKYO - Kegemaran baru di Jepang, mulai populer sejak tahun 2010, membuat pemda kota Higashi ...
Jokowi Tegaskan Indonesia Selalu Bersama Palestina TURKI - Saat berpidato dalam forum KTT Luar Biasa OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) di Istanbul, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa dukunga...
Pejabat FBI Sempat Sebut Clinton ‘Harus Menang’ Pilpres Seorang pejabat senior Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat, Peters Strzok, dilaporkan sempat mengatakan kepada seorang rekannya bahwa Hilla...

No comments