Bungkam soal Yerusalem, PM Israel Malah Singgung Iran

0

Jakarta, — Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato perdananya setelah Amerika Serikat memastikan akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Rabu (6/12). Namun, dia justru tidak menyinggung langkah AS yang kontroversial itu.

Dalam pernyataannya di konferensi diplomatik Yerusalem, Netanyahu justru fokus menjabarkan hubungan Israel selama ini dengan sejumlah negara di Timur Tengah, kecuali Iran. Dia menganggap Iran sebagai “rezim agresif” yang berupaya memiliki senjata nuklir dan ingin membangun jembatan penghubung negara itu dengan sekutunya di Laut Mediterania.

“Israel memiliki hubungan dengan hampir setiap negara di kawasan yang tidak secara formal mengakui negara kami, karena kepentingan ekonomi dan keamanan,” kata Netanyahu sebagaimana dikutip Reuters.

“Lihat negara yang berwarna merah itu? Negara itu tidak masuk dalam daftar sekutu diplomatik kami,” lanjutnya sambil menunjuk Iran dalam peta kawasan yang dipresentasikan.

Israel selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan sebagian besar negara di Timur Tengah karena riwayat penjajahan dan konflik panjangnya dengan Palestina.

Beberapa negara, khususnya yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam, mengucilkan Israel secara ekonomi dengan memboikot sejumlah produk negara itu.

Dalam pidato 21 menit tersebut, Netanyahu juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan AS, yang selama ini merupakan sekutu terdekatnya.

Namun, dia tetap tidak menyinggung rencana Presiden Donald Trump memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat di Tel Aviv ke Yerusalem, menandakan pengakuan kota itu sebagai ibu kota Israel.

Sampai saat ini, Israel belum memberi tanggapan resmi terkait rencana AS yang dianggap bisa memperkeruh konflik di Timur Tengah itu.

Israel selama ini menganggap Yerusalem sebagai ibu kotanya, meski masyarakat internasional hanya mengakui Tel Aviv. Sementara itu, Palestina menginginkan bagian timur kota tersebut dijadikan ibu kotanya kelak setelah merdeka penuh dari penjajahan pemerintah zionis.

(aal)

Link Sumber

Baca Berita Ini Juga:

Tembak Markas Pro-Korut di Tokyo, Dua Aktivis Jepang Ditahan Jakarta, -- Kepolisian Jepang menahan dua pria yang menembaki kantor pusat kelompok pendukung Korea Utara di Tokyo, Jumat (23/2)...
Terbongkar Kecurangan Partai Politik Jepang, Follower Twitternya Langsung Drop Drasti... Laporan Koresponden , Richard Susilo dari Jepang TOKYO - Politik di Jepang khususnya dilakukan kalangan oposisi partai demokratik konstitution...
Demi Damai, Korsel Terima Jenderal Korut Terduga Pembantaian Jakarta, -- Demi perdamaian, Korea Selatan akan menerima delegasi Korea Utara pimpinan Kim Yong-chol, jenderal yang dituding mem...
Suami Minta Bayaran Rp 1,8 Juta Sekali Jemput Istri, Ini Ganjarannya DUBAI - Wanita di Dubai, Uni Emirat Arab, nekat menceraikan suaminya karena sudah muak dengan tingkahnya. Dilansir Tribun-Video.com&...

No comments