Xi Jinping Bertekad Gagalkan Segala Upaya Kemerdekaan Taiwan

0

Jakarta, — Presiden Xi Jinping bertekad menggagalkan segala upaya Taiwan untuk memerdekakan diri dari China dan menegaskan pentingnya menjunjung tinggi prinsip “Satu China”.

“Kami tidak akan mengizinkan siapa pun, organisasi atau partai politik mana pun, memisahkan wilayah dari China. Kami bertekad dan percaya bisa mengalahkan upaya separatis apa pun yang ingin memerdekakan Taiwan,” ucap Xi.

Pernyataan itu diutarakan Xi saat berpidato selama tiga setengah jam dalam pembukaan kongres lima tahunan Partai Komunis China di hadapan 2.000 delegasi dan 300 pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Rabu (18/10).

Taiwan merupakan salah satu tantangan dan isu sensitif yang tengah dihadapi Xi. Beijing menganggap wilayah yang berjarak 180 kilometer dari pantai sebelah timur China itu sebagai pembangkang lantaran selama beberapa tahun terakhir semakin agresif untuk merdeka.

Selama ini, Xi terus berupaya meredam keinginan pemerintah pro-kemerdekaan Taiwan untuk memisahkan diri dari negaranya, salah satunya dengan menggelar pertemuan bersama eks Presiden Taiwan, Ma Ying-jeou, di Singapura pada 2015 lalu.

China bahkan tak segan memprotes setiap negara asing yang memiliki hubungan diplomatik dengan Beijing, namun di saat bersamaan juga menjalin relasi dengan Taiwan.

Hubungan Beijing dan Taipei merenggang sejak Tsai Ing-wen dari Partai Progresif Demokrasi menang pemilihan umum presiden 2016 lalu. Sejak itu, Taiwan terus melakukan terobosan baru dengan memperluas hubungannya bersama negara lain demi mendapat pengakuan internasional.

[Gambas:Video CNN]

China pun menangguhkan mekanisme dialog reguler bersama Taiwan. Pemerintahan Xi bahkan tidak menutup kemungkinan akan menggunakan kekuatan militer untuk meredam keinginan separatis Taipei jika terdesak.

Menanggapi ultimatum China tersebut, Presiden Tsai mengatakan Taiwan akan terus berupaya menjaga perdamaian dengan Beijing. Meski begitu, Tsai bertekad akan terus melindungi kebebasan dan demokrasi Taiwan.

Dewan kabinet Taiwan bahkan mengatakan adalah hak bagi 23 juta warga Taiwan untuk menentukan masa depan sendiri.

“Republik China adalah negara yang berdaulat,” ucap dewan kabinet tersebut menggunakan nama resmi Taiwan seperti dikutip Reuters. (has)

Link Sumber

Baca Berita Ini Juga:

Delapan Nelayan yang Mengaku Warga Korut Terdampar di Jepang Jakarta, -- Polisi Jepang menemukan delapan nelayan yang mengaku sebagai warga Korea Utara terdampar di lepas perairan dekat pel...
Perdagangan China-Korut Turun 20 Persen dalam Sebulan Jakarta, -- Perdagangan China dan Korea Utara dilaporkan hanya mencapai menjadi US$334,9 pada Oktober, merosot 20 persen dari Se...
Lima ABK WNI yang Kecelakaan di Palau Akan Dipulangkan Jakarta, -- Lima anak buah kapal warga negara Indonesia yang mengalami kecelakaan di Kepulauan Palau pada 20 November lalu akan ...
Oposisi Suriah Akan Kirim Delegasi Bersatu ke Perundingan PBB Jakarta, -- Oposisi Suriah yang selama ini terbelah akhirnya sepakat mengirimkan delegasi bersatu untuk perundingan perdamaian d...

No comments