Letusan Supervolcano Yellowstone Diprediksi Lebih Cepat

0

REPUBLIKA.CO.ID, ARIZONA — Peneliti Universitas Arizona mengatakan supervolcano Yellowstone berpotensi meletus jauh lebih cepat dari yang diperkirakan. Kesimpulan itu setelah peneliti melakukan riset terhadap kandungan mineral di sekitar gunung berapi tersebut. 

Yang lebih mengerikan, ledakan tersebut berpotensi membawa bencana katastropik pada planet bumi. Menurut National Geographic, para peneliti, Hannah Shamloo dan Christy Till, menganalisis mineral dalam abu fosildari letusan terbaru. 

Mereka menemukan bahwa perubahan suhu dan komposisimineral hanya  berlangsung beberapadekade. Jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

“Kami memperkirakan bahwa mungkin ada proses yang terjadi selama ribuan tahun sebelum terjadinya letusantersebut,” kata Till dalam sebuah wawancara dengan New York Times, dilansir dari Fox News, Ahad (15/10).

Letusan Yellowstone terakhir terjadi sekitar 630 ribu tahun yang lalu. Sebelum itu, menurut laporan dari ZME Science, letusan terjadi sekitar 1,3 juta tahun yang lalu. 

Jika letusan kembali terjadi maka para peneliti mengemukakan Yellowstone akan mengeluarkan seluruh isinyake permukaan. Gunung ini akan menumpahkan material 2.500 kali lebih banyakdaripada Gunung St Helen yang meletus pada taun 1980. 

Letusan sedahsyat itu diperkirakan dapat menutupi sebagian besar wilayah Amerika Serikat dengan abu. Yang mungkin akan membuat planet Bumi mengalami musim dingin vulkanik.

Penemuan terbaru, menemukan bahwa reservoir magma di Yellowstone telah bergerak jauh. Membengkak sekitar 10 inci dalam tujuh tahun.

“Ini adalah kenaikan yangluar biasa, karena mencakup area yang luas dan intens,” ujar Bob Smith seorang ahli vulkanisme Yellowstone di Universitas Utah.

Terlepas dari kekhawatiran tentang letusan yang akan segera terjadi, Shamloo mengatakan diperlukan lebih banyak penelitian sebelum kesimpulan yang pasti dapat ditarik.

Pada Juni, dinamika Yellowstone telah menyebabkan lebih dari 400 gempa dalam satu minggu. Meskipun demikian, para periset memperingatkan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Lembaga AntariksaAmerika Serikat (NASA) sedang memikirkan sebuah cara untuk mencegah Yellowsone agar tidak menghancurkan umat manusia. Termasuk mencoba mendinginkan magma sebelum tumpah. 

Link Sumber

No comments