Akun Facebook Abal-abal Ini Fitnah Jokowi, Catut Humas Surakarta

0

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrsynha Pradipha

SOLO – Akun Fan Page (FP)  Facebook (FB) abal-abal mengatasnamakan Humas Surakarta, menyedot perhatian sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Pasalnya, selain berisi konten SARA, isi dalam beranda FP FB itu juga memfitnah Presiden Joko Widodo (Jokowi) alias berisi ujaran kebencian.

Kepala Bagian Humas Protokol Pemkot Solo, Heri Purwoko, mengatakan, akun tersebut bukan akun FP Humas Protokol Pemkot Solo alias akun palsu.

“Kami pastikan itu adalah ‘penjambretan’,” katanya saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (12/10/2017) sore.

“FP tersebut bukan (milik) kami.”

“Bagian Humas memiliki akun sendiri bernama Humas Protokol Surakarta,” katanya menegaskan.

Menurut Heri, akun tersebut terendus sejak Kamis pagi tadi oleh seorang PNS.

“Itu merugikan nama Pemkot Solo, masa orang Solo menjelek-jelekkan Presiden yang juga warga Solo,” kata dia.

Semula, pihaknya terkejut dan berniat langsung melaporkan akun tak bertanggungjawab itu kepada petugas kepolisian.

Halaman selanjutnya

Link Sumber

Baca Berita Ini Juga:

ICMI Dukung Pemerintahan Jokowi Merupakan Implementasi Wujudkan Kesejahteraan Rakyat JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Pengamat kebijakan publik, Rofikatul Karimah mengatakan, de...
Siti Maisaroh Nyaris Menjadi Korban Penodongan Pria yang Dikenalnya di Facebook BLORA - Seorang pria bernama Fery Arif (25) mengaku sebagai anggota polisi di Facebook. Ia berkenalan dengan Siti Maisaroh (22) perempuan warg...
Bayi Setop Bernapas saat Lahir di Mobil, Ini Momen Menegangkan Bidan Selamatkan Nyawa... TRIBUNNEWS.COM - Seorang bidan asal Medan dihadapkan dengan sebuah tantangan mendebarkan. Bidan Melda Simatupang berjuang keras untuk membuat ...
Jusuf Kalla: Dalam KTT OKI Presiden Jokowi Akan Tegaskan Sikap Indonesia Bela Palesti... Taufik Ismail JAKARTA - Presiden Joko Widodo akan mengusahakan resolusi perdamaian dua negara antara Israel dan Palestina terkait kasus Yerusa...

No comments