Presiden Kembali Undang Trump ke Indonesia

0


Presiden Joko Widodo bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Jerman. AFP/Saul Loeb.


Jakarta: Presiden Joko Widodo kembali mengundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk datang ke Indonesia. Undangan ini disampaikan melalui Duta Besar Amerika Serikat, Joseph R. Donovan.

“Presiden mengangkat kembali undangan beliau ke Presiden Trump agar berkunjung ke Indonesia,” kata Kepala BKPM Thomas Lembong Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 15 Agustus 2017.

Thomas mengatakan, undangan ini adalah kelanjutan dari pertemuan Jokowi dengan Trump dalam acara G20 di Hamburg, Jerman, Juli 2017. Dua Kepala Negara itu juga bakal bertemu kembali saat acara APEC, November 2017.

“Ini adalah tindak lanjut pembicaraan Presiden Jokowi dengan Presiden Trump di Hamburg,” jelasnya.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, Jokowi dan Joseph membahas masalah kerja sama di bidang ekonomi dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta. Selain kerja sama, keduanya juga membahas terkait kunjungan sejumlah menteri dari Negeri Paman Sam ke Indonesia.

“Tadi membahas beberapa hal, termasuk rencana kunjungan beberapa Menteri (Amerika) walaupun belum dapat dipastikan. Tetapi ada intensi dari Washington untuk adanya kunjungan beberapa Menteri ke Indonesia. Kemudian bagaimana kedua negara dapat meningkatkan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi,” ungkap Retno.

(DRI)

Link Sumber

Baca Berita Ini Juga:

Senat UNJ Tempuh Jalur Hukum Tanggapi Rilis Kajian Tim EKA JAKARTA -- Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berencana mengambil jalur hukum atas rilis hasil kajian tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) terha...
Polri Tegaskan Senjata Pesanan BIN Berbeda dengan Polisi JAKARTA -- Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan senjata yang dipesan Badan Intelegen Negera (BIN) berbeda dengan yang dipesan ole...
Pengangkatan PTT DKI Terkendala Usia Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Foto: Antara/Rosa Pangabean ...
500 Gempa Guncang Gunung Agung dalam Sehari Jakarta: Gunung Agung yang menyandang status awas sejak 22 September, dinilai memasuki fase kritis. Kepala Pusat Inform...

No comments