Waduh, Alat Masak dan Karpet Rumah Bisa Bikin Berat Badan Naik!

0

PENAMBAHAN berat badan bukan hanya berasal dari kalori yang diterima setiap harinya. Tapi, tambahan berat badan juga bisa berasal dari bahan kimia tertentu yang ditemukan dalam barang-barang yang biasa digunakan sehari-hari. Misalnya saja dari peralatan masak dan karpet di rumah.

Bahan-bahan kimia itu bisa mengganggu hormon dan kemudian menyebabkan obesitas. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Natures Communications, ada bukti yang menunjukkan adanya zat kimia yang mengganggu endokrin.

(Baca Juga: Ingin Langsing Tanpa Tersiksa, Coba Lakukan Diet Mediterania)

Zat itu adalah butylhydroxytoluene, antioksidan yang biasa ditambahkan ke sereal sarapan dan makanan kemasan sebagai pengawet. Ada juga asam asam perfluorooctanoic dan polimer yang berlimpah dalam peralatan masak dan karpet. Lalu tributiltin, senyawa dalam cat.

(Baca Juga: Kenapa Ya Sudah Sarapan tapi Perut Masih Lapar?)

Dalam penelitian tersebut, peneliti menunjukkan paparan kronis dari bahan kimia yang mengganggu sinyal yang dikirim dari sistem pencernaan ke otak. Sinyal itu memberikan pesan kapan orang merasa kenyang. Karena adanya gangguan, maka mereka akan terus makan padahal sudah merasa kenyang. Hal itu tentunya berpengaruh pada kenaikan berat badan.

“Kami menemukan masing-masing bahan kimia ini merusak hormon yang berkomunikasi antara usus dan otak. Ketika kami menguji ketiganya bersama, tekanan gabungannya lebih kuat,” kata Dhruv Sareen, asisten profesor yang juga menjadi salah satu peneliti seperti yang dikutip dari Express, Jumat (11/8/2017).

(Baca Juga: Ingin Cepat Langsing? Coba Saja Diet Mediterania)

Penelitian ini adalah penelitian pertama yang menggunakan sel induk dan sel induk pluripoten untuk menunjukkan bagaimana senyawa tersebut dapat mengganggu hormon.

“Ini adalah studi penting yang secara substansial bisa meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana pengganggu endokrin dapat merusak sistem hormonal manusia. Gangguan itu berkontribusi pada meningkatnya kasus obesitas,” kata Clive Svendsen, direktur institut tempat penelitian berlangsung.

Para peneliti percaya temuan mengenai bahan kimia ini bisa membantu mencegah obesitas pada banyak orang. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa efek pengganggu endokrin bisa memengaruhi generasi mendatang walaupun prosesnya belum terbukti terjadi pada manusia.

(Baca Juga: Bukan Toilet, Spons untuk Mencuci Piring adalah Sumber Bakteri Terbesar)

Tapi, temuan ini bisa menjadi semacam peringatan agar bisa dilakukan pengembangan pengobatan. Hingga saat ini, angka obesitas di berbagai negara termasuk Indonesia masih tergolong cukup tinggi.

Link Sumber

Baca Berita Ini Juga:

Sprinkle Perak Hanya Dekorasi Tak Untuk Dimakan Jakarta, -- Siapa yang tak bakal tergoda dengan aneka kue kering dengan warna-warni cantik di pesta Natal? Sekalipun tergoda, An...
Hadapi Wabah Difteri, Kemenkes Siapkan 3,5 Juta Vaksin Jakarta, -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaku telah menyiapkan sebanyak 3,5 juta vial (botol) vaksin difteri. Menteri Kes...
Ivan Gunawan Putuskan Berhenti Rancang Gaun Untuk Kontes Kecantikan Nurul Hanna    JAKARTA - Desainer sekaligus presenter Ivan Gunawan, berencana akan merilis sejumlah produk kosmetik pada 2018 me...

No comments