Pengguna Uang Elektronik Tidak Kena Fee

0

Jakarta – Asosiasi sistem pembayaran Indonesia (ASPI) dengan Bank Indonesia (BI) sedang membicarakan terkait pengenaan fee pada uang elektronik.

Wakil Ketua ASPI, Rico Usthavia Frans menjelaskan, pengenaan fee hanya untuk bank yang menggunakan jasa reader bank lain.

“Harusnya pengguna atau nasabah tidak kena fee, karena yang dikenakan adalah merchant-nya dalam bentuk Merchant Discount Retail (MDR),” kata Rico saat dihubungi detikFinance, Jumat (26/5/2017)

Dia menjelaskan, dalam hal ini adalah yang investasi akan mendapatkan fee dari bank yang menggunakan jasa tersebut.

“Karena mereka dibantu dalam hal pembayaran, jadi lebih mudah kan,” ujar Rico.

Mengutip data statistik sistem pembayaran uang elektronik BI, jumlah uang elektronik beredar per April 2017 tercatat 57,76 juta lebih tinggi dibandingkan periode Desember 2016 51,2 juta.

Sedangkan untuk volume transaksi hingga April 2017 mencapai 235,61 juta transaksi. Periode akhir 2016 volume transaksi mencapai 683,133 juta transaksi.

Sementara itu dari sisi nominal transaksi, per April 2017 tercatat Rp 2.85 triliun. Untuk akhir 2016 tercatat Rp 7.06 triliun. (ang/ang)

Link Sumber

Baca Berita Ini Juga:

Kementan: Kesejahteraan petani terus membaik Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertanian mengklaim kesejahteraan petani terus membaik yang hal itu terlihat dari upah buruh tani yang menga...
Jasa Marga: batasi truk logistik tol Jakarta-Cikampek Jakarta (ANTARA News) - PT Jasa Marga Tbk mengusulkan pembatasan waktu operasional truk angkutan logistik untuk mengatasi kepadatan di Jalan Tol...
Ratusan Konverter Kit Gratis Dipasang di Mobil Dinas dan Angkot Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) pada hari ini melakukan sosialisasi pembagian dan pemasangan konverter kit di kendaraan din...
Toyota rilis New Hiace Luxury dan New Dyna Tangerang (ANTARA News) - PT Toyota-Astra Motor (TAM) memperkenalkan dua kendaraan komersial terbaru New Hiace Luxury di segmen van komersial da...

No comments