Minat Karir di Sektor Migas Masih Tinggi Meski Industri Lesu

0

Jakarta, — Berkarir di sektor migas masih dipandang sebagai peluang yang baik meski harga minyak tengah melesu dan investasi tak menentu. Sebagian besar ahli geofisika dan ahli geologi masih berminat menginjakkan kaki di sektor migas, meski sektor tersebut dipandang penuh ketidakpastian.

Ketua Umum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Rusalinda Raguwati berkaca dari survei yang dilakukan asosiasinya beberapa waktu lalu.

Dari survei mahasiswa tingkat akhir di 31 program studi geofisika di Indonesia, ditemukan bahwa 50 persen lebih masih berminat untuk melanjutkan karir di sektor migas. Sementara itu, profesi peneliti bertengger di urutan ke-dua sebagai pekerjaan yang diminati setelah lulus.

Menurutnya, geofisika adalah ilmu yang bisa diaplikasikan di bidang yang luas dan tak terbatas pada sektor migas saja. Sehingga, melihat pada survei tersebut, ia berharap lulusan geofisika kedepannya bisa memilih jalur sebagai peneliti agar ahli geofisika bisa bertahan hidup kedepannya. Apalagi, lulusan program geofisika setiap tahunnya bertambah signifikan.

Rusalinda menyebut, setiap tahunnya terdapat 700 hingga 800 ahli geofisika yang lahir dari 31 program studi geofisika di seluruh Indonesia. Selain itu, menurutnya banyak program studi geofisika yang baru berdiri dalam kurun waktu tiga terakhir di saat harga minyak masih berjaya.

“Saya pikir, menjadi peneliti akan menjadi jalan keluar jika sektor migas ini masih tidak menentu. Keahlian mereka mungkin bisa disalurkan ke lembaga penelitian seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),” papar Rusalinda, Jumat (19/5).

Ilustrasi pekerja industri migas. (/Adhi Wicaksono)

Sementara itu, Ketua Umum Indonesian Society of Petroleum Geologists (ISPG) Julianta Panjaitan mengatakan, asosiasinya juga melakukan survei serupa.

Dari jumlah mahasiswa tingkat akhir program studi geologi di 33 universitas di seluruh Indonesia, sebanyak 50 persen berharap bisa meniti karir di sektor migas. Namun, berbeda dengan Rusalinda, Julianta bersifat pesimistis.

Ia mengatakan, sektor migas merupakan tulang punggung ilmu geologi. Sehingga, ilmu yang dipelajari memang utamanya akan bermanfaat lebih bagi pengembangan sektor migas. Sayangnya, setiap tahunnya, lulusan ilmu geologi bertambah 1.000 orang. Sementara itu, tidak semua perusahaan migas mampu menampung lulusan geologi.

“Lulusan geologi yang bisa terserap mungkin hanya kurang dari 10 persen jumlah lulusan, anggap mungkin hanya 100 orang per tahunnya. Tapi, dari angka tersebut kira-kira hanya 10 persen lagi saja yang berkesempatan menjadi pegawai tetap. Bukannya pesimistis, tapi ini real problem saja,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Tutuka Ariadji menambahkan, antusiasme lulusan teknik perminyakan pun lebih besar dalam menyambut dunia kerja.

Namun, periode antara lulus hingga mendapat pekerjaan pertama semakin tipis. Jika beberapa tahun lalu butuh waktu sekian bulan untuk mendapatkan pekerjaan, maka saat ini insinyur perminyakan butuh satu hingga dua tahun.

Menanggapi hal ini, ia berharap program studi teknik perminyakan bisa lebih bermanfaat ke sektor energi secara umum. Karena menurutnya, program studi berbasis pengolahan komoditas pasti suatu saat tidak akan berguna lagi.

“Kita berharap, teknik perminyakan bisa berkembang jadi energi yang lebih luas,” pungkas Tutuka.

Harga minyak yang rendah membuat investasi migas melemah. Pada tahun lalu, dengan rata-rata harga minyak US$40,22 per barel, investasi hulu migas mencapai US$11,2 miliar. Angka ini menurun dibanding tahun sebelumnya, di mana harga minyak US$49,35 per barel membawa investasi hulu migas US$15,3 miliar. (gir)

Link Sumber

Baca Berita Ini Juga:

Indeks Ibex-35 Spanyol berakhir turun 0,08 persen Madrid (ANTARA News) - Indeks utama pasar saham Spanyol, IBEX-35, berakhir lebih rendah pada Rabu (24/5), turun 0,08 persen menjadi 10.907,40 po...
Integra Indocabinet Bakal Buka Toko dan Gudang dari Dana IPO Jakarta, -- PT Integra Indocabinet akan menambah enam toko dan satu gudang di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-...

No comments