OSO: Aksi 5 Mei Wujud Demokrasi Indonesia

0

Liputan6.com, Makassar – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta Odang atau OSO menuturkan, Aksi 5 Mei yang digerakkan oleh GNPF-MUI merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang santun dan cukup baik.

“Pandangan saya, di era demokrasi di dunia, terjadi siklus demokrasi yang semakin hari semakin ketat,” ujar OSO saat ditemui di Gedung LAN Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (5/5/2017).

Untuk itu, dia menilai aksi tersebut sah saja dilakukan, asalkan dapat menjaga kepentingan negara secara utuh.

“Aksi itu ada di mana-mana, selalu ada reaksi. Sah saja (Aksi 5 Mei), asal dalam koridor yang bermartabat, kebangsaan, dan rasa nasionalisme yang tinggi dan menjaga keutuhan bangsa ini,” kata Wakil Ketua MPR RI itu.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI menggelar Aksi 5 Mei atau Aksi 55. Aksi 5 Mei menjadi penutup sejumlah aksi bela Islam yang sebelumnya telah dilakukan beberapa kali.

Wakil Ketua GNPF-MUI Zaitun Rasmin menyatakan, tidak akan ada lagi upaya pengerahan massa turun ke jalan terkait kasus dugaan penodaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Zaitun meyakinkan massa Aksi 5 Mei bahwa perwakilan GNPF telah banyak berkomunikasi dan menyampaikan aspirasi kepada pemegang kekuasaan.

“Semua upaya kita lakukan. Kita dialog sampai kepada Bapak Wakil Presiden. GNPF sudah diterima secara resmi. Memang ke Presiden tak langsung diterima, tapi Bapak Presiden telah datang langsung ke Monas pada aksi bela Islam ke-3. Ini tandanya aspirasi kita telah didengar,” jelas Zaitun.

Link Sumber

Baca Berita Ini Juga:

Massa Pro dan Kontra Ahok Beraksi di Arena Sidang PK Jakarta, -- Sekitar 50 orang anggota Aliansi Pergerakan Islam (API) menggelar demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Uta...
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Arena Sidang PK Ahok Jakarta, -- Polda Metro Jaya menyiapkan pengalihan arus lalu lintas sebagai bentuk antisipasi aksi massa terkait sidang Peninjau...
Alumni 212 Jamin Aksi Damai di Arena Sidang PK Ahok Jakarta, -- Persaudaraan Alumni 212 bersiap mengawal pelaksanaan sidang perdana peninjauan kembali (PK) yang diajukan terpidana ...
Capres Jokowi dan ‘Sabda Mega’ di Pulau Dewata Bali, -- Rapat kerja nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Sanur, Bali pada 23-25 Februari 2018, resmi ditutup, Minggu (25/2...

No comments